Priyo’s Madness
Berpikir seperti apakah kita tentang kegilaan? Seperti orang yang berada di foto kah? Orang di foto yang saya dokumentasikan tersebut adalah Priyo. Busana yang dipakaiannya kotor, compang-camping, penuh hiasan-hiasan aneh, beraroma yang tidak sedap karena tidak pernah mandi, dan tidur di lantai luar sekertariat pegiat kampus atau disembarang tempat. Sehari-hari dihabiskannya di kampus. Bernyanyi, berorasi di mimbar bebasnya tanpa seorang pun yang berani untuk menghentikannya, nongkrong sama mahasiswa di dekat Cafe kampus. Terkadang Priyo meluapkan kemarahannya dengan berbicara dengan dirinya sendiri dalam nada yang begitu tinggi. Whatever! Apa yang dibicarakannya, apa yang dinyanyikannya, apa yang dilakukanya, mau begini mau begitu, umumnya tak pernah ada yang menghiraukan sebagai sesuatu yang ngelantur, tidak benar. Sebabnya orang se-kampus, se-universitas, se-kecamatan, bahkan mungkin se-dunia sudah terlanjur sepakat untuk menyebutnya crazy man, psycho, orang gila, gemblung, gak waras. Di tambah dengan pembenaran dari analisa dokter kejiwaan—dalam arti yang sebenarnya—dengan beberapa indikator ilmiahnya menjadi satu-satunya dasar kepercayaan untuk memvonis, menentukan kondisi kejiwaan seseorang. Terciptalah Priyo si orang gila. Continue reading ‘Madness & Wisdom’

Komentar Terakhir