<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>lostAmaster</title>
	<atom:link href="http://lostamaster.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lostamaster.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Dec 2008 01:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lostamaster.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>lostAmaster</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lostamaster.wordpress.com/osd.xml" title="lostAmaster" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lostamaster.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Madness &amp; Wisdom</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/30/madness-wisdom/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/30/madness-wisdom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 01:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Priyo&#8217;s Madness Berpikir seperti apakah kita tentang kegilaan? Seperti orang yang berada di foto kah? Orang di foto yang saya dokumentasikan tersebut adalah Priyo. Busana yang dipakaiannya kotor, compang-camping, penuh hiasan-hiasan aneh, beraroma yang tidak sedap karena tidak pernah mandi, dan tidur di lantai luar sekertariat pegiat kampus atau disembarang tempat. Sehari-hari dihabiskannya di kampus. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=145&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Priyo&#8217;s Madness </strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><img class="alignleft size-medium wp-image-150" title="Gila" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/lostamasterz00933.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Gila" width="225" height="300" />Berpikir seperti apakah kita tentang kegilaan? Seperti orang yang berada di foto kah? Orang di foto yang saya dokumentasikan tersebut adalah Priyo. Busana yang dipakaiannya kotor, compang-camping, penuh hiasan-hiasan aneh, beraroma yang tidak sedap karena tidak pernah mandi, dan tidur di lantai luar sekertariat pegiat kampus atau disembarang tempat. Sehari-hari dihabiskannya di kampus. Bernyanyi, berorasi di mimbar bebasnya tanpa seorang pun yang berani untuk menghentikannya, nongkrong sama mahasiswa di dekat Cafe kampus. Terkadang Priyo meluapkan kemarahannya dengan berbicara dengan dirinya sendiri dalam nada yang begitu tinggi. <em>Whatever! </em>Apa yang dibicarakannya, apa yang dinyanyikannya, apa yang dilakukanya, mau begini mau begitu, umumnya tak pernah ada yang menghiraukan sebagai sesuatu yang ngelantur, tidak benar. Sebabnya orang se-kampus, se-universitas, se-kecamatan, bahkan mungkin se-dunia sudah terlanjur sepakat untuk menyebutnya <em>crazy man</em>, <em>psycho, </em>orang gila, <em>gemblung</em>, gak waras. Di tambah dengan pembenaran dari analisa dokter kejiwaan—dalam arti yang sebenarnya—dengan beberapa indikator ilmiahnya menjadi satu-satunya dasar kepercayaan untuk memvonis, menentukan kondisi kejiwaan seseorang. Terciptalah Priyo si orang gila.<span id="more-145"></span></p>
<p>Untuk bisa menikmati sebatang rokok, Priyo lebih baik meminta kepada mahasiswa yang juga perokok daripada mencuri dari warung. Jika tidak ada yang memberi, ia akan membelinya sendiri di warung. Mungkin dari pemberian orang lain juga ia mendapatkan uang. Kekaguman tersulut di mata seorang kawan pegiat kampus yang menyaksikan tindakannya. Begitupun jika orang satu kampus mengetahuinya. Nada bicara yang agak berlebihan dari kekaguman itu diungkapkan dengan bahasa yang mengatakan &#8220;Priyo sudah seperti orang NORMAL saja&#8221;. Hei&#8230;.ada apa dengan bahasa yang diungkapkan seperti itu? Kenapa NORMAL menjadi pakem logika yang diartikan sebagai ambang batas kewarasan, sementara TIDAK NORMAL berarti sudah tidak waras, yang menunjukkan kegilaan dan sudah pasti suatu kesalahan? Bukankah NORMAL itu milik kebanyakan orang saja? Sementara fenomena kegilaan seperti yang dialami oleh Priyo, memaksanya menempati posisi sebagai seorang  minoritas.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><strong>Priyo&#8217;s Wisdom</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Sejauh ini, kehadiran Priyo tak pernah menyebabkan masalah secara materil<img class="alignright size-thumbnail wp-image-144" title="Gila" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/lostamasterz0092.jpg?w=71&#038;h=96" alt="Gila" width="71" height="96" /> bagi orang lain. Memanggil seseorang yang dikenalnya, selalu di tambahi dengan embel-embel Pak Jenderal, Dokter, bahkan Presiden. Perlakuan yang begitu <em>appreciate</em> terhadap semua orang yang dijumpainya, menjadikannya begitu mudah untuk melakukan komunikasi. Hampir semua pegiat di kampus dikenalnya, termasuk pula beberapa karyawan fakultas. Untuk menghafal wajah yang diajak berkenalan dengannya begitu tajam. Tindakannya seperti seorang serdadu, dengan tangan yang diangkat diatas mata sebelah kanan, bukti penghormatannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Coretan-coretan di dinding sekertariat membentuk sebuah teka-teki hal apa sebenarnya yang ingin ia sampaikan. Yang ada di dalam pikirannya, begitu saja tertuang dengan lancar. Jika pun ia tidak mampu berfikir lagi, ia menanyakan kepada orang yang dikenalnya, termasuk saya. Disaat orang yang ditanyainya menjawab, &#8220;tidak tahu ataupun terserah kamu saja lah&#8221;. Tak ada bekas luka hati diraut wajahnya. Soal pendidikan, soal teologis atau ketuhanan, soal keadilan, patriotisme jenderal soedirman menjadi topik yang sering diorasikan olehnya. Pernah suatu ketika, Priyo yang sedang meneriakkan penyakit radang TBC di paru-paru Jenderal Sodirman menanyakan solusinya kepada saya. Dia biasa memanggil saya Dokter Azaari (karena pertama kali ditanya nama, saya menyebut Azaari—nama almarhum Ayah saya) ataupun Bapak PWI (karena saya menggiati organisasi pers mahasiswa). Saking isengnya sudah juga sambil menguji respon yang akan dilakukan oleh priyo, saya menjawab dengan <em>slangean</em>, &#8220;mestinya perlu diganti dengan paru-paru orang lain, dan harganya pasti mahal Yo. Mau bayarin gak?&#8221;. Karena merasa tidak memiliki uang, Priyo memohon untuk menggratiskannya. Saya melanjutkan dengan nada menolak permohonannya, dan dia tetap memohon. Saya lanjutkan lagi dengan asal tawaran baru, &#8220;mengganti paru-paru Pak Dirman yang terkena radang TBC dengan paru-paru tikus&#8221;. Seketika nada bicaranya naik, dia mencaci maki omongan yang dianggapnya sebagai suatu kekejaman. Dan dia pergi meninggalkan obrolan itu. Di hari-hari berikutnya Priyo tetap menghargai saya dengan sebutan Pak Dokter ataupun Bapak PWI. Melulu <em>appreciate</em> datang darinya, saya mencoba untuk meng­<em>-appreciate </em>balik dirinya. Memperlakukannya sebagai sesama manusia.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Sekali dia pernah mengerjai saya, yaitu pada saat saya sedang gusar menghadapi pelayanan birokrasi kampus yang penuh rasa asam. Birokrasi kampus yang kayak tai. Saya menceritakan kronologis itu pada Priyo dengan emosi yang meluap-luap. Dan seperti apa tanggapannya? Dengan gaya seperti seorang diktator yang sudah menguasai medan perang, dia menghancurkan emosi saya. Dia bilang, &#8220;itu bagus, itu untuk membentuk mental kamu&#8221;. Sial, dia menyadarkan untuk berpikir positif mengimbangi pikiran negatif. Jika aku menceritakannya kepada sesama mahasiswa, mungkin akan langsung bereaksi dengan aksi demonstrasi di depan fakultas menuntut rekonstruksi pelayanan birokrasi terhadap mahasiswa. Atau mungkin juga cerita itu hanya akan menjadi bahan tertawaan saja.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Konon Priyo sempat mengenyam pendidikan di UGM, namun cerita itu terputus begitu saja pada awal mula nasib yang kini dialaminya. Bagaimana Priyo dapat sampai pada kondisi hingga saat ini? Kenapa tidak ada sanak saudara anggota keluarga yang memperhatikannya? Apakah karena merasa malu untuk mengakui orang seperti Priyo sebagai anggota keluarganya? Kenapa ia lebih memilih untuk berdiam di sekitar kampus? adalah rentetan pertanyaan yang sulit untuk diketahui sjawabannya. Mungkin hanya Priyo sendiri yang menyimpan rahasia itu.[]</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=145&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/30/madness-wisdom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/lostamasterz00933.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Gila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/lostamasterz0092.jpg?w=71" medium="image">
			<media:title type="html">Gila</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembusukan</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/pembusukan/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/pembusukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 16:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Gw]]></category>
		<category><![CDATA[Lamunanku]]></category>
		<category><![CDATA[Opiniku]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Graffiti decorations Under the sky of dust A constant wave of tension On top of broken trust The lessons that you taught me I learned were never true Now I find myself in question They point the finger at me again Guilty by association You point the finger at me again I wanna run away [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=131&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Graffiti decorations Under the sky of dust<br />
A constant wave of tension On top of broken trust<br />
The lessons that you taught me I learned were never true</p>
<p>Now I find myself in question They point the finger at me again<br />
Guilty by association You point the finger at me again</p>
<p>I wanna run away Never say goodbye<br />
I wanna know the truth Instead of wondering why<br />
I wanna know the answers No more lies<br />
I wanna shut the door And open up my mind<br />
……….<br />
(Runaway—Linkin Park)</p>
<p><em>Dialektika enggan untuk dilakukan. Alasannya sederhana, &#8220;bribet, ngerepotin&#8221;. Tanpa dialektika seperti inilah yang dimaksud sebagai pembusukan. Bahkan suara-suara minor yang menyarankan untuk legowo, nerimo, ikhlas pada sebuah diskursus atau musyawarah menjadi hal yang problematis karena turut berperan dalam mengintimidasi dan memupuskan upaya dialektika sehingga menebar benih pembusukan.</em></p>
<p><em> </em><br />
<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-133" title="Tuli, Buta, Bisu." src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/12005819071.jpg?w=128&#038;h=96" alt="Tuli, Buta, Bisu." width="128" height="96" />Pada hakekatnya potensi kebenaran atau kesempurnaan tentang sesuatu hal telah dicapai oleh setiap orang dalam benaknya yang abstrak. Pada wujudnya yang nyata, seperti  dalam tindakan, disanalah kesempurnaan yang tadinya berada dalam benak yang abstrak terejawantah atau tertuang sebagai bentuk afirmatif atau menyatakan diri dalam kenyataan. Untuk bisa sampai kepada wujudnya yang nyata dilalui sebuah proses yang tercakup dalam dialektika. Dialektika yang terkenal dan kita ketahui dari Hegel, secara sederhana dirumuskan sebagai tesis, antitesis, dan sintesis. Untuk memahami secara persis tentang dialektika, Sindhunata dalam bukunya &#8220;Dilema Usaha Manusia Rasional&#8221; mengemukakan berpikir dialektika berarti berpikir dalam totalitas. Totalitas ini bukan berarti keseluruhan saja yang unsur-unsurnya sama atau sejajar. Tapi totalitas itu berarti keseluruhan yang terdiri dari unsur-unsur yang saling bernegasi (mengingkari dan diingkari), saling berkontradiksi (melawan dan dilawan), dan saling bermediasi (menghubungkan dan dihubungkan).</p>
<p>Semisal antara individu dan masyarakat. <span id="more-131"></span>Pemikiran dialektika mengharuskan keduanya untuk saling bertarung karena keduanya dianggap sama-sama memiliki potensi kebenaran, jadi tidak boleh ditiadakan salah satunya. Kontradiksi individu dan masyarakat; dengan saling saling melawan satu sama lain, baik individu maupun masyarakat berhak untuk mempertahankan dirinya. Sejalan dengan upaya mempertahankan diri, individu atau masyarakat mampu memahami kebenaran yang ada pada dirinya karena upaya individu atau masyarakat mempertahankan kebenarannya dengan mati-matian harusnyalah kita berterimakasih serta tidak boleh dikorbankan demikian saja. Lalu individu atau masyarakat akan saling bermediasi; tiap pihak akan menginsyafi sudah diperkaya oleh lawannya yang ternyata sudah memberikan apa saja yang tidak dimilikinya, begitupun sebaliknya. Tanpa hubungan dialektika seperti itu, individu tidak akan mampu menemukan hakikat dirinya. Sebaliknya masyarakat yang berada diluar individu tidak akan dapat menjadi lebih sempurna, tinggal seperti semula, dan tidak terjadi perubahan apa-apa.</p>
<p>Sayangnya kesadaran akan adanya dialektika seperti demikian dianggap sebagai bentuk pertentangan saja atau lebih kasarnya pembangkangan yang akan turut mengundang kekerasan fisik dan korban atau violence. Jalan kompromi, kekeluargaan, lebih banyak dipilih dengan anggapan untuk menghindarkan violence. Bahkan dengan gampangnya jalan kompromi diambil sebagai bentuk persetujuan, penyesuaian atau kesepakatan saja. Jelas hal ini berbeda dengan dialektika seperti yang dipahami oleh Sindhunata. Ia pun turut menyayangkan unsur-unsur yang bertentangan dengan mudah untuk diabaikan. Kompromi menjadi sekadar perpaduan individu dan masyarakat. Malah dalam arti tertentu, kompromi bisa berarti saling meniadakan individu atau masyarakat yang saling bertentangan. Perspektif individu dengan masyarakat yang saling berpengaruh pun turut amblas ke dalam kesunyian.   Dialektika enggan untuk dilakukan. Alasannya sederhana, &#8220;bribet, ngerepotin&#8221;. Tanpa dialektika seperti inilah yang dimaksudkan sebagai pembusukan. Bahkan suara-suara minor yang menyarankan untuk legowo, nerimo, ikhlas pada sebuah diskursus atau musyawarah menjadi hal yang problematis dan malah turut berperan dalam mengintimidasi dan memupuskan upaya dialektika sehingga menebar benih pembusukan.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-136" title="Terkekang" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/8-6.jpg?w=128&#038;h=96" alt="Terkekang" width="128" height="96" />Pembusukan dalam konteks sosial memang tidak sesederhana melihat tumpukan sampah yang dihinggapi lalat dan belatung. Segala hal sudah semakin mudah untuk dilakukan, instan, teknologi semakin canggih—sampai-sampai PRT alias pembantu rumah tangga sudah digantikan sama robot hingga hidup hanya tinggal makan, nonton TV, mandi, buang air seperti diperagakan oleh Butet Kertaradjasa dalam kisah teater monolog &#8216;Matinya Toekang Kritik&#8217;. Butet menganggap ketika harapan akan kesempurnaan kehidupan sudah terjadi, kritik akan sirna. Namun tidak begitu ketika melihat kembali rumusan dialektika. Apa yang dianggap Butet sebenarnya adalah sebuah sintesis yang menjadi tesis baru. Selama tatanan kehidupan terus berlangsung, masih berpeluang untuk memulai babak baru kemunculan antitesa sebagai bentuk kritisisme, agar sampai pada tatanan yang lebih sempurna. Oleh sebab itu, realitas yang terjadi perlu dipandang pertamakali dengan kacamata skeptisisme atau keragu-raguan—bahkan jika perlu dengan penuh rasa takjub. Pilar skeptis akan membuka pintu kebenaran atau kesempurnaan dalam rangka berpikir secara kritis dan lebih mendalam.</p>
<p>Pada kegiatan belajar mengajar di kampus, bagi kita mungkin akan nampak realitas yang biasa-biasa saja. Namun bagi orang sekaliber Paulo Freire ia menemukan dan mengkritik adanya benih-benih penindasan terhadap diri mahasiswa sebagai seorang manusia dewasa. Dosen yang bertindak layaknya sebuah teko berisi penuh dengan air yang terus harus mengisi gelas-gelas kosong. Karena itulah, ia menawarkan gagasan tata cara pembelajaran dengan menempatkan dosen dan mahasiswanya dalam kesetaraan dengan nuansa yang lebih demokratis. Dosen pun disarankan untuk bertindak sebagai seorang fasilitator saja. Sementara partisipasi mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar semakin ditingkatkan. Freire ditempatkan sebagai seorang yang membangunkan kesadaran dosen dan mahasiswa dari tidur panjangnya untuk menggunakan format belajar mengajar yang lebih ideal.</p>
<p>Proses selanjutnya sebagai pengejawantahan hal itu semua, mahasiswa malah lebih senang untuk menjadi pembusuk dengan keengganan untuk berdialektika dengan dosennya. Alasannya mahasiswa kurang persiapan dengan membaca topik pembelajaran sebelumnya. Menyangkut ketidakberterimaan dosen untuk dikritik hanya memberikan rasa takut pada mahasiswa atas predikat penilaian yang akan diberikan oleh dosen.</p>
<p>Tentunya bukan hal semacam itu saja yang perlu dipikirkan secara kritis. Untuk berfikir kritis tidak diperlukan batas sekat apapun yang berada diluar diri atau dunia obyektif. Bahkan dalam penyampaian kekritisan tidak identik dengan cara-cara yang akan mencederai dalam bentuk kekerasan fisik. Sebab masih ada cara lain yang lebih pantas yaitu musyawarah sebagai ruang dialektika. So, jangan pernah untuk mencoba melarikan diri dari masalah, menutupi masalah, menghilangkan permasalahan karena itu akan menyebabkan pembusukan dengan perlahan.[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=131&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/pembusukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/12005819071.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">Tuli, Buta, Bisu.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/8-6.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">Terkekang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Liberal begitu Mencekam?</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/kenapa-liberal-begitu-mencekam/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/kenapa-liberal-begitu-mencekam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 16:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus Gw]]></category>
		<category><![CDATA[Lamunanku]]></category>
		<category><![CDATA[Opiniku]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali wacana &#8216;Liberal&#8217; menjadi kambing hitam dari segala macam munculnya permasalahan pergaulan bebas, free sex, amoral, anti etika, serta segala perilaku yang tidak mengenal batas. Hal itulah yang kemudian nampak di saat seorang kawan mewanti-wanti untuk tidak membicarakan perihal demokrasi kampus. Sebab menurutnya, hal tersebut dekat dengan Jaringan Islam Liberal (JIL)—sebuah lembaga yang banyak menggagas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=127&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-129" title="danse-de-liberte1" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/danse-de-liberte1.jpg?w=230&#038;h=300" alt="Liberal, Libertarian, Liberalisme." width="230" height="300" /></p>
<p>Seringkali wacana &#8216;Liberal&#8217; menjadi kambing hitam dari segala macam munculnya permasalahan pergaulan bebas, free sex, amoral, anti etika, serta segala perilaku yang tidak mengenal batas. Hal itulah yang kemudian nampak di saat seorang kawan mewanti-wanti untuk tidak membicarakan perihal demokrasi kampus. Sebab menurutnya, hal tersebut dekat dengan Jaringan Islam Liberal (JIL)—sebuah lembaga yang banyak menggagas ide-ide liberal dalam islam.red—tanpa penjelasan lebih darinya. Bahkan di lain cerita seorang teman dekat, disarankan oleh teman-teman kosnya untuk menjauh dan tidak bergaul bersama orang &#8216;Liberal&#8217;. <span id="more-127"></span></p>
<p>Di waktu yang bersamaan, &#8216;kemerdekaan&#8217; begitu dijunjung tinggi dan diagung-agungkan. Tidak tanggung-tanggung, orang yang phobia pada &#8216;Liberal&#8217; telah ikut andil dalam merasakan kemaslahatan kondisi yang tercipta lewat perjuangan melawan ketertekanan oleh penjajahan menuju &#8216;kemerdekaan&#8217;. Lantas kenapa &#8216;Liberal&#8217; masih begitu menyeramkan sementara &#8216;kemerdekaan&#8217; begitu agung? Bukankah kedua hal ini masih berada dalam satu makna yang sama?</p>
<p>Saya jadi teringat pada Michael Foucault dalam kajian episteme-nya. Menurut dia tidak akan ada ide/gagasan yang diungkapkan oleh seseorang kemudian menjadi umum di masyarakat tanpa adanya saling keterkaitan dengan aspek lain dalam sebuah sistem sosial. Saya menaruh kecurigaan dengan kata &#8216;Kemerdekaan&#8217; yang dipegang teguh oleh masyarakat saat ini dicapai dengan melibatkan berbagai unsur, seperti: Politik, kekuasaan, kepentingan, dan institusi-institusi pendidikan. Hal tersebut dilakukan layaknya bentuk sosialisasi melalui discourse, penjelasan, atau uraian bahasa yang selalu mengarah pada pemaknaan kata &#8216;Kemerdekaan&#8217; dengan cita rasa tinggi yang dilekatkan padanya. Peringatan momen bersejarah setiap tanggal 17 Agustus pun merupakan salah satu instrumen yang terlibat dalam mengkonstruksi kata Kemerdekaan dalam setiap benak pikiran sehingga menjadikannya umum dan penuh dengan jiwa patriotis.</p>
<p>Beda halnya dengan Liberal, kekuasaan mengatur dengan memberikan jarak antara Kemerdekaan dan Liberal. Kata Liberal sebagai peristilahan asing yang diadopsi kedalam bahasa Indonesia diartikan secara teks &#8216;bebas&#8217; saja. Namun kajian mengenai makna atau esensi filosofi yang terkandung didalamnya dibiarkan ter-undercover. Dikenal dalam kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), suatu kata dapat berkembang ke arah  amelioratif atau membaik dan sebaliknya peyoratif atau memburuk. Maka saat ini &#8216;Liberal&#8217; sedang bergerak kearah peyoratif. Sebab banyaknya perjumpaan dengan permasalahan seperti pergaulan bebas yang tabu dimata umum disimpulkan sebagai buntut dari pemikiran &#8216;Liberal&#8217;. Dengan alasan untuk menyelamatkan moral masyarakat, kekuasaan yang diperoleh secara politis menmentransformasikan penolakan dan pelarangannya terhadap pergaulan bebas sekaligus pemikiran liberal beserta kata liberal secara tekstualnya.</p>
<p>Kadung menjadi sosok yang tabu dan menyeramkan, pemakaian stereotif liberal sebagai identifikasi cara pandang baru terhadap realitas yang ditawarkan ditengah-tengah kemapanan tatanan sosial yang berkuasa, hal tersebut terkesan sebagai sesuatu yang begitu sensasional dan membahayakan bahkan berencana untuk menghancurkan. Semisal, penawaran ide/ gagasan mengenai islam liberal menyulut pro dan kontra di dalam sistem sosial pemahaman islam secara fundamental yang sudah terlebih dahulu menjadi umum di masyarakat dan menempati posisi kekuasaan. Saat ini, dalam kondisi free market idea adanya upaya untuk mempertahankan dan menempati posisi kekuasaan terjalin dalam sebuah perdebatan yang sebenarnya hanya dilakukan oleh beberapa saja. Pada hasilnya makna &#8216;Liberal&#8217; menjadi sesuatu yang begitu diperebutkan atau contested. Dalam perkembangannya masyarakat yang masih tergantung kepada beberapa orang saja dengan menaruh kepercayaan penuh hanya menjadi pendengar ataupun simpatisan dan sasaran yang siap diarahkan, diombang-ambing tanpa terlibat langsung kedalam perdebatan makna liberal yang diperebutkan oleh mind setter masyarakat.</p>
<p>Ketidak berterimaan pada penambahan kata liberal setelah islam, secara sistematis mencoba untuk mengarahkan masyarakat yang belum pernah mengenal jauh tentang islam liberal dalam bentuk penolakan dan pelarangan terhadap islam liberal, hal ini diperkuat dengan adanya fatwa MUI yang masih tergolong fundamental dalam islam yang mengecam ide-ide yang ditawarkan oleh JIL. Lebih lanjutnya MUI memfatwa JIL sebagai organisasi terlarang. Tanggapan secara positif datang dari organisasi-organisasi masyarakat yang turut mendukung langkah yang dilakukan oleh MUI sebagai bentuk persetujuan terhadap ide-ide fundamentalisme dalam islam dan anti islam liberal.</p>
<p>Dari hasil survey yang dilakukan oleh Syaiful Mujani, iklim di kampus sudah berubah menjadi salah satu basis dari pergerakan organisasi masyarakat Islam fundamental. Secara ide atau pemahaman terhadap islam pun demikian. Sehingga seringkali terlihat mushola-mushola di kampus ikut memampang dan mempropagandakan larangan dan penolakannya terhadap ide liberal terutama liberal dalam Islam.</p>
<p>Sebagai seorang mahasiswa sudah sepantasnya lah untuk berfikir secara mendalam ketika menanggapi pro kontra ide atau gagasan liberal, baik itu dalam agama, tatanan sosial, politik ataupun sistem perekonomian sekalipun. Terjebak dalam pemahaman secara tekstual saja, hanya akan menimbulkan prasangka belaka. Tentunya hal itu ditujukan agar dapat memantapkan posisi sebagai mahasiswa, tidak terombang-ambing, di dalam pergulatan khazanah pemikiran dunia yang berada dalam free market idea. Wallahu&#8217;alam. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=127&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/kenapa-liberal-begitu-mencekam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/danse-de-liberte1.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">danse-de-liberte1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memawasdirikan Menulis</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/memawasdirikan-menulis/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/memawasdirikan-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 16:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Saya kira adanya tuntutan dalam sebuah organisasi sebagai kewajaran. Begitupun pada organisasi yang concern dalam tulis menulis seperti di Lembaga Pers Mahasiswa Media Ekonomi ataupun di LS Profetika yang saya geluti. Malam itu, terjadi obrolan yang panjang dengan Firdaus Putra Aditama—Direktur LS Profetika—yang mengusulkan dalam tempo dua minggu sekali, setiap anggota LS Profetika untuk membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=119&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-122" title="menulis" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/menulis2.jpg?w=128&#038;h=85" alt="menulis" width="128" height="85" />Saya kira adanya tuntutan dalam sebuah organisasi sebagai kewajaran. Begitupun pada organisasi yang concern dalam tulis menulis seperti  di Lembaga Pers Mahasiswa Media Ekonomi ataupun di LS Profetika yang saya geluti. Malam itu, terjadi obrolan yang panjang dengan Firdaus Putra Aditama—Direktur LS Profetika—yang mengusulkan dalam tempo dua minggu sekali, setiap anggota LS Profetika untuk membuat minimal dua tulisan untuk didiskusikan bersama. Temanya bebas, meskipun LS Profetika sendiri memfokuskan diri pada tema-tema sosial keagamaan. Agenda rutin tersebut ditujukan untuk menjadi tempat pemberdayaan setiap anggota dalam menulis. Sejauh itu kami menemukan kesepakatan dan saya tidak keberatan.</p>
<p>Bercermin ke dalam diri sendiri, lebih jauhnya saya menemukan ketidak-sreg-an atas usulan Firdaus. Walaupun memang perkenalan dengan tulisan sudah sejak SD, tapi bagi saya, menulis masih merupakan hal yang baru. Mulai mengenal manfaat dalam menulis di perguruan tinggi, membuat saya seperti kembali pada titik nadir. Meskipun adagium &#8220;Lisan itu Fana, Tulisan itu Abadi&#8221; yang banyak diucapkan untuk menumbuhkan minat dalam menulis, tapi banyak juga yang menganggap adagium tersebut sekadar kata mutiara. Untuk dapat menerima adagium tersebut sampai muncul kemauan untuk mulai menulis tentu dibutuhkan penghayatan, yang tidak instan seperti diharapkan oleh adagium tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-124" title="nabi_laozi_menulis_taotekcing1" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/nabi_laozi_menulis_taotekcing1.jpg?w=71&#038;h=96" alt="nabi_laozi_menulis_taotekcing1" width="71" height="96" />Dilain sisi, mengingat organisasi sebagai lingkungan dengan segala tradisinya. Baik LS Profetika maupun LPM Media Ekonomi memiliki tradisi tulis menulis. Perkenalan dan tahu soal manfaat menulis, saya akui adalah buah dari proses dialektika saya dengan tradisi yang dimiliki organisaisi. Satu tahun, dua tahun dan baru memasuki tahun ketiga di organisasi, saya benar-benar merasakan nikmat dan adanya tujuan yang dapat diperoleh dari sebuah tulisan sehingga mulai menggerakkan jari jemari untuk menulis. Meskipun tidak pasti tulisan yang saya tulis pernah di baca atau tidak oleh orang lain?</p>
<p>Apabila terbentur masa kelulusan dari Universitas, yang diikuti berakhirnya keikutsertaan saya dalam organisasi-organisasi tersebut, saya khawatir akan meleber kepada hilangnya minat atau malah jadi enggan untuk menulis lagi. Saya menyimpulkan bagaimana seharusnya minat untuk menulis agar dapat terus terpelihara pada saat sendiri hingga saya lulus nanti, berpisah dengan sahabat-sahabat atau mungkin juga hingga saya mati? Menulis yang diperoleh dari proses yang instan, saya rasa tidak mampu terpelihara dalam waktu yang lama. Saya khawatir lingkungan seperti kedua organisasi itu hanya menjadi super ego dengan ritual-ritual yang mesti diikuti. Begitulah saya mencermati usulan Firdaus. Dan saya meminta agar ditempatkan sebagai free rider saja, ketika agenda diskusi soal tulisan LS Profetika berlangsung. Sebagai free rider saya mencoba untuk tetap menulis, namun saya maksudkan tidak dalam rangka untuk memenuhi tuntutan lembaga yang menjadi formal.[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=119&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/12/10/memawasdirikan-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/menulis2.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">menulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/12/nabi_laozi_menulis_taotekcing1.jpg?w=71" medium="image">
			<media:title type="html">nabi_laozi_menulis_taotekcing1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basket</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/24/basket/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/24/basket/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 20:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu sore, politik kampus yang kotor menjelang pemilihan Raya mengantarkanku pada kebosanan. Sudah dicap kiri, liberal dengan artian perusak akidah lagi. Belum lagi blackcampaign atau surat kaleng yang menyebutkan pemfitnah lah, pendusta lah, pemecah belah mahasiswa lah seenaknya aja dipampang di dinding-dinding kampus buat ngejelekin si Nando—cawapres BEM FE UNSOED yang maju tahun ini. Aduh! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=106&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p><span lang="id-ID"><a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/basketball.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-107" title="basketball" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/basketball.jpg?w=128&#038;h=91" alt="basketball" width="128" height="91" /></a>Sabtu sore, politik kampus yang kotor menjelang pemilihan Raya mengantarkanku pada kebosanan. Sudah dicap kiri, liberal dengan artian perusak akidah lagi. Belum lagi</span><span lang="id-ID"><strong> </strong></span><span lang="id-ID"><em>blackcampaign </em></span><span lang="id-ID">atau surat kaleng yang menyebutkan pemfitnah lah, pendusta lah, pemecah belah mahasiswa lah seenaknya aja dipampang di dinding-dinding kampus buat ngejelekin si Nando—cawapres BEM FE UNSOED yang maju tahun ini. Aduh! Masih jaman tuh intrik politik kayak gitu? Coba pikir, sapa yang akan tinggal diam dengan cap-cap kayak begituan. Akhirnya si Nando mundur juga dari posisi pencalonan. Bete banget ah! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">DLM sama KPR yang ngerencanain agenda PEMIRA gak pengen dong acaranya berantakan gitu aja. Mereka berinisiatif buat nyari solusi dan cara untuk mempertahankan Nando supaya gak jadi mundur. Dibuat deh forum yang ngedatengin perwakilan UKM/ HIMA di KMFE. Ampir dua jam lebih ngebahas semuanya. Tapi nyatanya blom bisa diselesein. Sebab si Nando lagi di Singapura. Dan DLM/ KPR butuh waktu buat terus ngelacak orang yang bikin surat kaleng itu termasuk ngumpulin orang yang nge-cap aku Kiri dan Liberal dengan arti kayak gitu. Rencananya sih mau diadain forum lagi hari jum&#8217;at tanggal 28 November 2008 besok. Gak tau deh jadi gak. Namanya juga rencana! Mumet banget lah, untungnya ada si kecil kurus tembakau berfilter alias rokok. Nyalain dulu ah rokoknya!   <span id="more-106"></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">Selese itu </span><span lang="id-ID">temen-temen mahasiswa lain yang datang dari Jakarta lagi pada ngumpul. Aku datengin aja. Pas ketemu mereka suasana berubah drastis, di forum yang tadinya serius, tegang buat nyari pelaku </span><span lang="id-ID"><em>blackcampaign </em></span><span lang="id-ID">segala macem berubah dengan suasana yang lebih </span><span lang="id-ID"><em>enjoy</em></span><span lang="id-ID"> dan lucu. Aku sih gak bisa ngelawak, cuman ya itu kumpulan lenong yang bisa buat aku ketawa. Soal kuliah ampe cewek yang ditaksir diobrolin. Capek dengan ngelawak, semuanya pada mau bubar. Numpang pake motor Apank, aku mau balik. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">Tapi eh! Lingga ngomong, &#8220;ada bola nih pank, main basket dulu yuk! Pas ada anak berenam buat </span><span lang="id-ID"><em>three on three</em></span><span lang="id-ID">. Tapi Depe kemana?&#8221;</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="left">&#8220;Waduh Depe dah agak jauh pergi, tapi motornya masih disini. Mungkin mau shalat ashar dulu ke MBM&#8221;, Aku yang jawab.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">Yaudah kita semua pada lempar-lemparan aja dulu. Lagipula lingga nganterin Adhe balik dulu pake motor Depe. Depe lom dateng juga, padahal Lingga ma Adhe dah dateng lagi. Pikir aku mungkin Adhe gak jadi balik. Yaudah pas berenam, Adhe, Aku,  Apank, Ikra, Lingga sama Rendy. Tim dibagi menurut celana yang dipake, panjang atau pendek. Aku bareng Apank, sama Lingga gabung jadi satu tim. Sisanya Adhe, Ikra bareng Rendy gabung jadi satu juga, karena sama-sama pake celana pendek. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">Aku khawatir timny</span>a<span lang="id-ID"> Rendy, Ikra sama Adhe bakal kalah. Soalnya di tim mereka ada ceweknya, yaitu Adhe. Biasanya dalam budaya Patriarkhi, Cewek selalu dinomor duakan dibanding cowok. Lagipula pandangan yang kuno atau konservatif biasanya tabu buat melihat satu cewek di tengah-tengah kumpulan cowok. Diibaratin nih, kayak perawan di sarang penyamun aja! Entah kenapa ada pandangan kayak begitu, yang ngebedain cowok sama cewek. Cewek selalu dianggap lemah dalam segala hal. Apa mungkin lagi-lagi karena kodratnya yah! Kalo cewek kan punya Payudara, sementara cowok ya walaupun ada tapi tidak keliatan ngeganggu pas nge-</span><span lang="id-ID"><em>drible </em></span><span lang="id-ID">bola. Ah persetan mikir gitu, kapan mau main basket kalo mikir itu terus? Cape mikir terus! Waktunya aku becanda dan having fun aja sama permainan itu. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span lang="id-ID">Dasar </span><span lang="id-ID"><em>smoker</em></span><span lang="id-ID"> semua baru juga beberapa menit lari-larian, paru-paru dah kerasa sesek aja. Pertama Lingga mule tepar, untung si Depe dah balik lagi nelpon. Dia minta gantian. Beberapa menit kemudian baru aku, duh! Untung Lingga nawarin buat gantian. Keliatan Lingga dah agak mending. Selanjutnya Apank, mule kerasa. Dia minta ganti. OK! Aku lagi. Trus aja, Aku, Apank sama Lingga gonta-ganti maennya ampe bedug Maghrib masi nanggung buat nyelesein satu </span><span lang="id-ID"><em>game</em></span><span lang="id-ID">. Selese juga. Setelah di itung-itung lewat poin yang dihasilin, ternyata cewek satu-satunya, Adhe, yang paling banyak nyetak poin. Sinting! Cowoknya bisa ngapain?[] </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=106&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/24/basket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/basketball.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">basketball</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat terbuka untuk Dewisurga</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/surat-terbuka-untuk-dewisurga/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/surat-terbuka-untuk-dewisurga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lamunanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Dewi, Aku menghampirimu tadi malam Ah! Dingin Parasmu berpaling dari muka ku Harusnya kau tahu, Bukan karena tubuhmu yang seksi Aku menyukaimu Lembaran kain besar Membalut tubuhmu Hanya paras dan telapak tangan Tidak karena itu juga Aku menyayangimu Bibirku yang kaku Ku paksa untuk menyapa mu Dari mana? Mau kemana? Lagi ngapain? Satu dua kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=101&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <span dir="ltr" lang="IN">Dewi,<a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/797999_bidadari.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-110" title="bidadari" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/797999_bidadari.jpg?w=83&#038;h=96" alt="bidadari" width="83" height="96" /></a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku menghampirimu tadi malam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Ah! Dingin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Parasmu berpaling dari muka ku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Harusnya kau tahu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Bukan karena tubuhmu yang seksi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku menyukaimu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Lembaran kain besar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Membalut tubuhmu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Hanya paras dan telapak tangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Tidak karena itu juga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku menyayangimu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Bibirku yang kaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Ku paksa untuk menyapa mu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Dari mana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Mau kemana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Lagi ngapain?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Satu dua kata juga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Terjawab<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku mencintaimu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Karena, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Entah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Masihkah harus rasional?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Kamu tahu hal itu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Bibirmu juga beku setelahnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Hanya selembar kertas<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Tertulis nomor handphone mu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Kau berikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Maksudmu aku tahu, sayang sekadar tahu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Kembali aku menatapmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Kau tertunduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku tidak berbuat, kecuali menatap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Sampai pagi hari </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Membangunkanku dari mimpi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Meskipun nyata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Itu tetaplah mimpi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Aku rasa, kau tak akan membalas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Rasa yang ku pendam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Ketakutanku </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Kamu akan membedakanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=101&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/surat-terbuka-untuk-dewisurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/797999_bidadari.jpg?w=83" medium="image">
			<media:title type="html">bidadari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Esok hingga kini</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/esok-hingga-kini/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/esok-hingga-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[………… Tiba-tiba langkahku terhenti Sejuta tangan t&#8217;lah meraihku Ingin ku maki Mereka berkata; &#8220;Tak perlu kau berlari Mengejar mimpi yang tak pasti Hari ini juga mimpi, Maka biarkan Ia datang Dihatimu&#8221; (Camelia—Ebit G. Ade) Perencanaan dalam ilmu manajemen menjadi hal yang begitu urgent untuk dilakukan pertama kalinya. Menentukan tujuan dan tahap-tahap usaha yang perlu dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=99&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr"><a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/waktu1.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-114" title="waktu1" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/waktu1.gif?w=300&#038;h=240" alt="waktu1" width="300" height="240" /></a>…………</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Tiba-tiba langkahku terhenti</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Sejuta tangan t&#8217;lah meraihku</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Ingin ku maki</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Mereka berkata;</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">&#8220;Tak perlu kau berlari</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Mengejar mimpi yang tak pasti</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Hari ini juga mimpi,</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Maka biarkan</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Ia datang</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr">Dihatimu&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" dir="ltr"><span> </span>(<em>Camelia—Ebit G. Ade</em>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr">Perencanaan dalam ilmu manajemen menjadi hal yang begitu <em>urgent</em> untuk dilakukan pertama kalinya. Menentukan tujuan dan tahap-tahap usaha yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan, itulah yang dibicarakan dalam <em>planning</em>. Dengan memperhitungkan keefektifan dan keefisienan, setiap hal yang dilakukan pun harus senantiasa selaras dan terfokus pada tujuan. Sehingga tujuan menempati masa depan atau waktu kemudian sementara upaya atau langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan berada di masa kini atau sebelum tujuan tersebut berhasil dicapai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr">Umumnya, salah satu fungsi manajemen tersebut dilakukan oleh organisasi-organisasi yang menghimpun banyak orang namun individu seorang pun senantiasa ikut menjalankan fungsi perencanaan tersebut. Tapi ada hal yang menarik dari perencanaan yang dilakukan oleh individu sebenarnya. Perencanaan dilakukan untuk mereka-reka tujuan hidup sekaligus langkah-langkah dalam mencapai tujuan hidup, yang terbahasakan dalam kata lainnya sebagai sebuah cita-cita, harapan, obsesi, atau bahkan mimpi. Mungkin anonim pernah berkata, &#8220;gapailaih cita-citamu setinggi bintang dilangit&#8221;, atau &#8220;tidak ada salahnya jika kita bermimpi&#8221;. Tapi, saya mulai merasa curiga mengenai tiap-tiap tujuan yang direncanakan dalam jangka waktu yang relatif panjang, tiga, empat, lima, enam, atau tujuh tahun mendatang untuk tujuan material.<span id="more-99"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><em><span dir="ltr">Pertama</span></em><span dir="ltr">, mimpi atau cita-cita lebih bersifat relatif. Semisal waktu SD bisa saja bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Naik ke tahap SMP, cita-citanya bergeser menjadi seorang ilmuwan fisika. Berkembang di SMA, ingin menjadi seorang pembalap. Dari sinilah suatu tujuan tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang final untuk dipikirkan kembali. Tujuan, menjadi hal yang akan selalu berkembang dan berubah seiring bertambahnya wawasan pengetahuan dan informasi yang dicerna. Tujuan perlu dipikirkan kembali untuk mengambil keputusan apakah ditambah, dikurangi, dipertahankan ataupun diganti dengan tujuan yang dipandang lebih ideal. <span> </span>Saklek pada tujuan dengan tidak memberikan kemungkinan berubahnya tujuan di masa depan, akan sama halnya dengan menafikan adanya perkembangan pada diri sebagai seorang manusia. Sebagaimana Paulo Freire menyebut manusia sebagai <em>unfinished being.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><em><span dir="ltr">Kedua</span></em><span dir="ltr">, disamping informasi dan wawasan yang terus bertambah dan menggiring untuk memikirkan kembali tujuan, adanya faktor yang tidak dapat dihindari kejadinya (<em>uncontrolled factor</em>) akan merubah dengan paksaan soal tujuan hidup. Semisal dari kisah diatas berlanjut dengan sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimpa dan menyebabkan kehilangan tangan sebelah kanannya. Saya pikir dengan sendirinya peluang untuk mencapai cita-cita sebagai seorang Pembalap menjadi begitu sangat kecil, terbatas dan bisa dikatakan tidak mungkin dapat dicapai. Pada saat seperti inilah <span> </span>rasa kecewa, hancur, putus asa, menyalahkan diri sendiri yang mengarah kepada kebencian untuk hidup melanda dan terus menusuk hati. Buah pahit tersebut masih tersisa, tidak bisa ditelan sepenuhnya, meskipun pil penawar yang berasa manis sudah diberikan dengan menganggap hal ini sebagai jalan yang sudah digariskan oleh Tuhan dan sepantasnya disyukuri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><em><span dir="ltr">Ketiga,</span></em><span dir="ltr"> tujuan yang menduduki posisi di masa mendatang menjadi alasan kenapa bisa dipandang sebagai bentuk spekulatif atau ketakpastian yang hanya bisa dirasakan manisnya pada saat dibayang-bayang atau dikhayal-khayal di alam pikiran. Waktu hidup saat ini begitu dipertaruhkan demi surga di masa mendatang yang tidak menentu terjadinya. Ketika mimpi terjadi, akan dianggap sebagai kemampuan diri untuk mewujudkan harapan, tak dilupakan hal itu sebagai rahmat Illahi untuk sedikit menyeimbangkan hati. Namun apa jadinya ketika menyeimbangkan hati menjadi rendah hati bahkan hati yang rendah sudah tercitra menjadi hati yang tinggi? Dan ketika mimpi itu tidak nyata terjadi, kemarahan dengan segala bentuk kekecewaan selalu siap untuk membuntuti dan menguasai diri hingga tuhan dianggap tidak adil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><em><span dir="ltr">Keempat</span></em><span dir="ltr">, keterpisahan mimpi atau cita-cita dari masa kini. Cita-cita yang cenderung ditempatkan pada masa depan menjadi terpisah atau berjarak atau adanya semacam distingsi dengan waktu sekarang. Waktu sekarang dipandang tak ubahnya hanyalah waktu untuk mempersiapkan kemenangan dalam meraih tujuan di kemudian hari. Waktu sekarang adalah waktu untuk menapaki tangga demi tangga menuju sesuatu. Sesuatu yang dimaksudkan adalah tujuan. Saya khawatir hal ini akan menjurus pada<span> </span>pengacuhan terhadap kondisi saat ini.Yang menjadi focus hanyalah pada cara-cara untuk dapat melakukan tahapan yang sudah di susun sejak dari awal. Realitas yang terjadi dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting untuk dicermati dan disikapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><em><span dir="ltr">Kelima</span></em><span dir="ltr">, tujuan adalah beban saat ini yang memenjara. Penentuan tujuan yang diiringi dengan segala tahap-tahap strategis pencapaiannya akan menuntut agar setiap detik langkah yang dilakukan menjadi tidak kurang dan tidak lebih. Tak ada waktu untuk melakukan hal yang secara rasional tidak sesuai dengan tujuan.<span> </span>Jika sekali melanggar, saya khawatir akan timbul rasa bersalah ataupun berdosa yang sejatinya hal itu tidak salah ataupun tidak dosa. Sebab itu manusiawi. Sementara waktu dan pikiran akan terkuras habis dalam kerangkeng tujuan yang kita ciptakan sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr">Atas sebab itu semua, visi atau pandangan terhadap diri di masa depan terutama dalam kegiatan sehari-hari, semisal kuliah yang umum diwarnai dengan harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau untuk mengabdi pada masyarakat tidak melulu harus menunggu masa kelulusan. Tujuan tersebut yang berada dalam visi di masa depan dapat pula ditarik pada saat ini. Yakni memperoleh pekerjaan dan berkarya untuk orang lain saat ini juga. []</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=99&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/11/16/esok-hingga-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/11/waktu1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">waktu1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema dalam Berdemokrasi</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/27/dilema-dalam-berdemokrasi/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/27/dilema-dalam-berdemokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 18:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisitik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Berharap proses pemilihan calon presiden dan wakil presiden BEM FE UNSOED lebih baik, &#8220;Pesta Demokrasi&#8221; menjadi pilihan berani KPR yang dibentuk oleh DLM. Ya berani! Mengingat sosok Demokrasi acapkali menjadi pro kontra di lingkungan kampus hingga saat ini. Sebuah makna yang didapat lewat pengkajian filosofis tentu akan senantiasa dinantikan. Seperti apakah wajah demokrasi yang dimaksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=93&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/democracy-quote.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-97" title="demokrasi" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/democracy-quote.jpg?w=127&#038;h=96" alt="" width="127" height="96" /></a>Berharap proses pemilihan calon presiden dan wakil presiden BEM FE UNSOED lebih baik, &#8220;Pesta Demokrasi&#8221; menjadi pilihan berani KPR yang dibentuk oleh DLM. Ya berani! Mengingat sosok Demokrasi acapkali menjadi pro kontra di lingkungan kampus hingga saat ini. Sebuah makna yang didapat lewat pengkajian filosofis tentu akan senantiasa dinantikan. Seperti apakah wajah demokrasi yang dimaksud dalam penyelenggaraannya?</p>
<p>Sayangnya, sebelum sempat memaparkan makna demokrasi yang dimaksud, Fauzan yang menjabat sebagai ketua KPR tahun ini menolak untuk menjelaskannya. Ditambah dari pengakuan Alfian, selaku ketua DLM, tidak pernah melakukan upaya untuk memahami &#8220;Demokrasi&#8221; di dalam organisasi yang dipimpinnya. Berkutat dalam hal-hal yang filosofis menurutnya akan terlalu banyak membuang tenaga, pikiran dan waktu. Cukuplah berbekal arti yang sederhana demokrasi—dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa—tanpa menjelaskannya lebih rinci cukup menjadi &#8220;intinya saja&#8221; dalam menyelenggarakannya. Dan yang terpenting menjadi prioritas fokusnya, hanyalah bagaimana menyelenggarakan pemilihan BEM yang &#8220;lebih baik&#8221; dari tahun-tahun sebelumnya. Yang dimaksudkannya dengan lebih baik yakni secara kuantitatif atau jumlah partisipan mahasiswa mencoblos lebih optimal dari tahun sebelumnya dan lebih berkualitas dari segi proses berjalannya pemilihan BEM yang tidak mengganggu jam-jam perkuliahan. Oleh karena itulah, DLM berinisiatif  membentuk KPR yang diharapkan bersikap netral atau tidak berpihak kepada salah satu capres dan cawapres dalam penyelenggaraannya nanti.<span id="more-93"></span></p>
<p>Tidak hanya itu yang menjadi maksud &#8220;lebih baik&#8221; yang dikemukakan Alfian  perihal pemilihan BEM kali ini agar menjadi sarana edukasi mahasiswa. Sebab dalam memahami realitas yang terjadi kebanyakan di mahasiswa, Alfian menggambarkan masih adanya keengganan mahasiswa untuk turut berpartisipasi untuk meramaikan pesta demokrasi ini. Terlihat dari kebanyakan mahasiswa lebih memilih untuk beristirahat pulang di kos atau rumah daripada ikut serta menyuarakan aspirasinya dalam penyelenggaraan pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden BEM FE.</p>
<p>Memutuskan sosok instrumen yang dipergunakan untuk mencapai tujuan dalam mengumpulkan aspirasi dari partisipan mahasiswa, KPR sebagai pelaksana teknis menghadapi dilema—TPS ataukah jemput bola (yang masuk kedalam kelas-kelas di akhir jam kuliah)—warisan penyelenggaraan pemilihan BEM di tahun sebelumnya. Fauzan memaparkan semacam pertimbangan didalam kedua hal tersebut.  Pada saat instrumen jemput bola dipilih, dikhawatirkan keputusan mahasiswa yang akan memilih lebih dikarenakan face factor. Maksudnya, diramalkan kecenderungan  mahasiswa akan memilih capres-cawapres yang lebih sering menjadi ikon didalam agenda-agenda besar seperti OKFE—terlihat seperti tiga tahun belakangan—dibandingkan dengan hal-hal lainnya, seperti talenta kepemimpinan. Lanjutnya, dikhawatirkan akan menimbulkan rasa ketidakadilan bagi capres-cawapres lainnya yang masih jarang tampil dimuka umum. Di lain hal instrumen jemput bola mix dengan TPS—teruji pada saat pemilihan Capres-Cawapres 2007—dapat mendatangkan jumlah partisipan yang lebih banyak dari tahun sebelumnya, hingga menembus angka 1.000 pencoblos meskipun hanya diselenggarakan oleh beberapa orang relawan saja. Pada hasilnya pemilihan Capres-Cawapres pun lebih banyak dirasakan oleh mahasiswa dan adil bagi setiap pasang Capres-Cawapres, ketimbang mempergunakan intrumen pencoblosan di TPS saja. Txt: Master</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=93&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/27/dilema-dalam-berdemokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/democracy-quote.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">demokrasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terdiam</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/10/terdiam/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/10/terdiam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 13:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lamunanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh, terdiam adalah seribu bahasa. Sebuah peribahasa yang perlahan mulai nampak kenyataannya. Bernostalgia dalam ruang musyawarah, pembelajaran, diskusi, seminar atau talkshow yang dijamin kebebasannya untuk bersuara dan berpendapat, diam masih menjadi pilihan kebanyakan. Ada gagasan, namun tak ada tanggapan. Seolah gagasan yang tertuang sudah pasti benar, tidak ada celah kesalahan sedikitpun. Duga-menduga mengartikan diam bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=82&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/1611411216_f213320cab1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-84" title="bisu" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/1611411216_f213320cab1.jpg?w=64&#038;h=96" alt="" width="64" height="96" /></a>Sungguh, terdiam adalah seribu bahasa. Sebuah peribahasa yang perlahan mulai nampak kenyataannya. Bernostalgia dalam ruang musyawarah, pembelajaran, diskusi, seminar atau talkshow yang dijamin kebebasannya untuk bersuara dan berpendapat, diam masih menjadi pilihan kebanyakan. Ada gagasan, namun tak ada tanggapan. Seolah gagasan yang tertuang sudah pasti benar, tidak ada celah kesalahan sedikitpun. Duga-menduga mengartikan diam bisa jadi beragam.</p>
<p>Diam itu emas.<br />
Diam itu acuh tak acuh<br />
Diam itu sedang berfikir<br />
Diam itu sedang kebingungan.<br />
Diam itu sudah paham<br />
Diam itu tidak paham<br />
Cukup diam saja! Sebab sudah berlandaskan &#8220;tafsir&#8221; atas wahyu Tuhan.<span id="more-82"></span><br />
Diam! Sebab ia lebih senior<br />
Diam! Sebab gelarnya Professor<br />
Diam! Sebab ia ahli agama<br />
Diam! Sebab belum berpengalaman dalam bermusyawarah<br />
Tidak cukup pengetahuan untuk ber-ide<br />
Tidak ada keberanian untuk berbicara dimuka umum<br />
Takut hubungan akrabnya teman, persaudaraan, kekeluargaan dan silaturahmi menjadi hancur<br />
Takut dicemooh orang lain sok pintar, sok tau, narsist, pamer ilmu<br />
Diam itu sedang pasrah<br />
Diam itu tidak tahu apa-apa<br />
Diam lebih baik, daripada banyak bicara tidak karuan<br />
Diam lebih hemat energi dan waktu<br />
Banyak omong, jadi nggak kongkrit<br />
Banyak bicara bikin orang kesel<br />
Diam itu tenang, tertib dan damai.<br />
Diam sama saja APATIS<br />
Diam berarti sense of belonging-nya kurang bahkan tidak ada<br />
Diam itu pilihan, sebab itu demokratis</p>
<p>Konon saat tirani berkuasa, kesempatan untuk bersikap, berucap dan berpendapat begitu terbatas. Ada istilah &#8220;bilik pun bertelinga&#8221;. Tatkala seucap kata bertolak belakang dengan kekuasaan tirani terlontar, lebih jauhnya mengkritik tirani, bisa-bisa langsung dipenjarakan atau ditembak dengan peluru panas dari bedil petrus (penembak misterius) kaki tangan tirani. Padahal, itu semua sekadar usaha untuk mencoba jujur. Ya, jujur terhadap perasaan diri sendiri. Seperti reaksi tiupan angin dari mulut ke tangan yang dijilati oleh panasnya bara api.</p>
<p>Owh! Tapi, jangan-jangan panasnya itu malah tidak terasa olehnya sehingga diamlah? Mungkin itu, hanya soal kesadaran. Maksudnya, kesadaran akan dirinya yang sedang berada pada cengkraman tipu daya, akal-akalan, kendali bahkan mungkin nafsu manusia lainnya. Pantas mungkin, jika sekadar memberitahu menjadi stimulus. Post itu semua? Kesadaran hanyalah miliknya, yang diperoleh dari refleksi klimaks  saat kejadian yang menimpanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=82&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/10/10/terdiam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/10/1611411216_f213320cab1.jpg?w=64" medium="image">
			<media:title type="html">bisu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>File; Hartaku</title>
		<link>http://lostamaster.wordpress.com/2008/09/16/file-hartaku/</link>
		<comments>http://lostamaster.wordpress.com/2008/09/16/file-hartaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 00:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Master</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lostamaster.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Komputer punyaku ini. Bukan punyaku sih, aslinya sih punya orang tuaku, coz aku dapetinnya dengan cara merengek minta dari ortu. Maklum lah mahasiswa yang lom punya penghasilan, dari mana lagi dapetin uang supaya bisa beli computer. Nggak terlalu canggih memang, RAM pas belinya cmn 128 MB, Hardisknya 10 GB, processor yang nempel cuman Pentium III [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=72&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/09/antivirus_copy2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-78" title="Komputer Ancoor" src="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/09/antivirus_copy2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><span dir="ltr">Komputer punyaku ini. Bukan punyaku sih, aslinya sih punya orang tuaku, coz aku dapetinnya dengan cara merengek minta dari ortu. Maklum lah mahasiswa yang lom punya penghasilan, dari mana lagi dapetin uang supaya bisa beli computer. Nggak terlalu canggih memang, RAM<span> </span>pas belinya cmn 128 MB, Hardisknya 10 GB, processor yang nempel cuman Pentium III 860 GHZ.<span> </span>Tahu di computer sendiri ada virusnya, makin bikin lemot dan buat tangan gatel buat ngotak-ngatiknya. Pake antivirus, udah banyak yang aku pake buat ngilangin ntuh virus. Avira, Kaspersky, SmaDav, PCmav, KillerMachine, dan yang terakhir AVG. Nah! buat yang terakhir ini, sadisnya minta ampun. File-file yang berakhiran dengan [.exe] dan sebenarnya bukan virus, ini malah kedetect jadi virus dan ikut kehapus. program-program jadi banyak yang nggak jalan, OSnya pun kena jadi korban. Nambah jadi super lemot. Aku kasi tau temen tetangga sebelah kamar kosku, memang kayak gitu katanya, antivirus tersebut brutal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span lang="AR-SA"><!--[if !supportEmptyParas]--> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr">Di hardisk banyak dokumen, yang bagi mahasiswa sepertiku adalah harta yang aku kumpulkan selama tiga tahun jadi mahasiswa. Temenku menyuruh diformat aja. We! duh, bingung, mana hardisk cuman satu. Di format bisa-bisa ikut ilang semuanya juga neh. Saran dia, hardisku di copot aja dan di cangkok ke computer miliknya buat di back up dulu ke hardisk. Ok lah! Itu terlihat lebih mudah, </span><span id="more-72"></span><span dir="ltr">dan memang gak ada pilihan lain waktu itu, buat menormalkan kembali komputerku. Baut-bautnya yang nempel di CPU aku putar, plat penutup sebelah kiri aku geser, nah ini hardisknya. Nih bro, aku mengantarkan hardisk ke kamar temen sebelah. Yoi coy! Kata dia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->Nggak banyak ngomong, langsung dua jumper di hardisk di copot, kabel-kabel khusus line hardisk dicolokin, tombol power CPU dipencet, computer nggak nyala. Oh, kabel listriknya belum nyolok, ulangi lagi. Tombol power CPU ditekan lagi, sip nyala. Tapi, loh ada asapnya, komputer ga nge-<em>detect </em>hardisku. Ah nggak, cuman stiker plastik yang meleleh di atas komponen hardisk yang panas gara-gara aku ngidupin computer nonstop. Ok, coba lagi. Masih tetep aja <em>not detected</em>. Coba jumpernya pasang. Coba lagi, tetep aja <em>not detected</em> lagi. Kenapa ya? Kami berdua bertanya-tanya. Tapi hardisknya kedengaeran muter gak? Gak loh. &#8220;Coba di tes komputerku lagi cuy!&#8221;, Kataku ke dia. Ealah, di layar monitorku malah yang terlihat cuman tulisan <em>&#8220;OS not found&#8221;</em> terkahiran kami berdua sama-sama menyadari, hardisknya total mati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->Aku kuliah di fakultas ekonomi, dan temenku di sosiologi. Untuk tau apa masalah di hardiskku, cuman bisa ngomong, &#8220;mungkin karena ini… mungkin karena itu…&#8221;. Yawda jurus pamungkasnya dikeluarin, coba minta di cek ke bengkel computer di depan kampus. Gapapa hardisknya rusak, lagian cuman hardisk 10 GB. Yang terpenting data-data yang jadi harta gw selama tiga tahun bisa diselamatkan dan balik ke gw lagi. Itu aja udah cukup! Tapi ya, itupun kalo tukang bengkel mampu balikinnya.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lostamaster.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lostamaster.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lostamaster.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lostamaster.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lostamaster.wordpress.com&amp;blog=2618021&amp;post=72&amp;subd=lostamaster&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lostamaster.wordpress.com/2008/09/16/file-hartaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab6b8ce9d5d71302160e7ca38c2f4ba1?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">I-Bro's</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lostamaster.files.wordpress.com/2008/09/antivirus_copy2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Komputer Ancoor</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
